Contoh Teks Berita

23 Februari 2015

Tangerang Impor Jagung

Sejumlah pengusaha di Tangerang terpaksa mengimpor jagung dari Amerika Serikat dan Cina untuk akan ternak, ratarata 2 ton/hari atau 730 ton/tahun. Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan (Deptan) Kabupaten Tangerang; Dr. Didi Aswadi, Selasa (29/3) mengungkapkan, impor jagung terpaksa dilakukan karena jagung lokal tidak dapat memenuhi kebutuhan hewan ternak unggas di wilayah ini. Jagung lokal itu biasanya berasal dari Lampung.

Saat ini, kata Didi, pihaknya berupaya meminimalisasi impor jagung dengan mencoba menanam jagung di sejumlah daerah, terutama di wilayah utara (pantura) Kabupaten Tangerang. Jagung akan ditanam di lahan milik warga setelah panen padi. Tiga macam sawah dipilih, yakni sawah tadah hujan, sawah irigasi teknis, dan tanah kering. “Kami masih menyusun program kerja sama dengan Deptan untuk mengembangkan usaha ini,” tambah Didi.

Tahap percobaan, penanaman dilakukan pada musim kemarau tahun ini di lahan seluas 4 hektar di Kecamatan Mauk dan Kresek. “Selain untuk memenuhi kebutuhan jagung lokal, tanpa harus impor, juga akan menguntungkan masyarakat petani yang dapat menanam jagung setelah panen padi,” ungkapnya.

Sumber: Suara Pembaharuan, Kamis, 31 Maret 2005
Share on : Facebook Twitter Google+

Tidak ada komentar:

Posting Komentar